Arruum : 30 “Maka hadapkanlah wajahmu dengan mantap kepada agama menurut fitrah Allah yang telah menciptakan fitrah itu pada manusia. Tiada dapat diubah (hukum-hukum) ciptaan Allah. Itulah agama yang benar, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”
ALLAH telah membekali kita dengan instrumen tubuh yang sangat sempurna.
I. Otak kita terbagi menjadi dua belah
a. Bagian kiri adalah kecerdasan
b. Bagiam kanan adalah olah rasa
Di antara bagian itu ada sebuah titik yang barangkali belum kita temukan. Yaitu. Titik ketuhanan, Ilahiyah, Spiritual. Titik itu bisa tergali dengan suara hati. Karena hati adalah selalu jujur. Tak pernah bohong. Marik kita temukan itu.
Kecerdasan, akan menghasilkan kepekaan terhadap permasalahan. Cepat menyelesaikan masalah
Perasaan (emosi), adalah sebuah pertimbangan layak tidaknya sesuatu itu dilakukan. Rasa malu, risih, enggan, bangga, indah (seni)
Jika titik spiritual tidak diketemukan baru kemudian ada masalah:
Prestasi untuk apa? Untuk siapa?
Kemenangan untuk apa?
Layak bagi siapa?
Malu pada siapa?
Bangga yang bagaimana?
Indah menurut siapa?
Jika cara pandang menurut akal manusia, pasti akan menemui masalah
Jika semua dikembalikan kepada aturan dari yang Maha Pemberi hidup dipastikan tidak akan menemui masalah.
Sebenarnya pemecah semua masalah yang dihadapi makhuk hidup di dunia ini ada di Alquran dan Sunah Rasulullah. Pengakuan kebenaran terhadap Quran dan Sunah hanya bagi mereka yang mau mempergunakan hati dengan benar.
II. Hati.
Adalah anugerah dari Allah yang luar biasa.
Tak ada yang menyanggah, bahwa unsur paling penting dalam jasad manusia adalah hati. Posisi hati bagi anggota badan yang lain laksana raja bagi rakyatnya, panglima bagi tentaranya, atau mirip pemegang remote control bagi barang elektronik. Segala gerak-gerik dan ucapan dikendalikan oleh hati.
Hati yang mampu mengenali Allah, hati pula yang memiliki iradah, kemauan untuk mentaati Allah, sedangkan anggota badan hanyalah sebagai pelengkap dan alat yang membantu keinginan hati. Jika hati baik, jasad akan mengikutinya, dan jika hati rusak, anggota yang lain akan mentaatinya pula. Jika hati selamat, semua akan selamat, jika hati binasa, yang lain turut sengsara.
Lalu, seperti apakah gambaran hati yang selamat, yang mewakili karakter yang paling baik itu? Persepsi sebagian orang, orang yang memiliki hati yang baik itu tidak memiliki musuh, tidak memiliki pantangan, bisa berbaur dengan siapapun, toleran kepada apapun, berkawan dengan kelompok manapun.
Sebagian lagi menyelisihi syariat yang zhahir, lalu berdalih "yang penting hatinya baik." Seperti pernyataan seorang artis sepulang umrah, ia kembali membuka auratnya, melepas kerudungnya dengan alasan yang penting hatinya berhijab. Ini adalah jawaban yang hanya layak diutarakan oleh orang yang hatinya terhijabi (tertutup) dari kebenaran. Karena bukti kebaikan hatinya adalah tunduk dengan syariat yang dibawa oleh Muhammad yang mengharuskan wanita untuk berhijab dari laki-laki yang bukan mahramnya.
Hati yang selamat, hati yang baik akan tercermin dalam seluruh aktivitas bathin dan lahir pemiliknya. Hati yang selamat adalah hati yang selamat dari segala syahwat yang menyelisihi perintah Allah dan larangan-Nya. Hati yang selamat dari syubhat yang menyelisihi khabar-Nya.
III. Ada ilustrasi berikut, yang semua orang normal seluruh dunia akan berpandangan yang sama
1. Anda sedang makan enak di pinggir jalan, tiba-tiba ada anak kecil 5 tahunan berdiri tepat di depan anda dan menatap makanan yang anda makan dengan sangat kepingin. Suara hati anda apa yang muncul?
Jawaban:
Ingin memberikan apa yang sedang anda makan
2. Anda melihat sebuah keluarga lengkap ayah, ibu, dan anak-anaknya bercengkerama di sebuah taman. Apa kata hati anda saat itu?
Jawaban:
Anda akan menangkap rona kebahagiaan dan kasih sayang pada mereka
3. Teman sekelas (sekantor) anda karena prestasinya atau pertimbangan lain, dikirim mewakili sekolah mengikuti workshop/pelatihan selama dua minggu ke Jakarta. Apa yang anda rasakan saat itu?
Jawaban:
Suara hati anda pasti menginginkannya juga seperti dia
4. Kemudian setelah 2 minggu pulang dengan wajah berseri sambil menunjukkan piagam/sertifikatnya suara apa yang timbul di hati anda?
Jawaban:
Suara hati anda mengatakan rasa ingin tahu materi yang telah teman anda dapatkan
5. Anda sedang berada di ruangan yang bersih, dengan lantai marmer yang mahal, dan di dekat kaki anda ada sebuah kertas kotor. Perasaan apa yang timbul di hati anda?
Jawaban:
Tantu saja anda ingin memungut kertas itu
6. Kemudian ada seseorang yang membuang puntung rokok sembarangan di sana. Suara hati anda bagaimana saat itu?
Jawaban:
Suara hati anda ingin melarang orang itu berbuat seperti itu
7. Di suatu perjalanan, anda menyaksikan ada penjambret berusaha menjambret seorang wanita tua. Suara hati anda apa yang timbul saat itu?
Jawaban:
Suara hati anda mendorong untuk menolong wanita tua itu
8. Kemudian anda menyadari rupanya penjambret tadi membawa senjata tajam. Perasaan apa yang ada pada hati anda?
Jawaban:
Anda akan berpikir secara tepat ingin menolong, sekaligus berhitung tentang keselamatan anda sendiri
9. Anda berada di sebuah taman bunga beraneka warna. Apa yang anda rasakan?
Jawaban:
Hati anda merasakan keindahan ketika memandangi bunga-bunga itu
10. Tiba-tiba ada seorang remaja yang iseng-iseng memetik bunga itu dengan sembarangan tanpa tujuan. Perasaan apa yang timbul?
Jawaban:
Suara hati mendorong anda untuk melindungi dan memelihara bunga itu.
Jawaban-jawaban dari sura hati tersebut sesuai dengan siat-sifat Allah yang disebut Asma’ul Husna: Maha Penolong, Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Ilmu, Maha Tahu, Maha Suci, Maha pemelihara, Maha Berhitung, Maha melindungi.
Simpulan:
1. suara hati akan mengakui kebenaran, kebaikan, kedamaian semua yang mengakibatkan kebaikan selamanya.
2. suara hati akan menolak keburukan, kemungkaran, kemaksiatan dan semua hal yang merusak
3. jika masih tetap berbuat ketidakbenaran hati akan bernasihat. Dan setelah itu pasti ada penyesalan
Washihah bin Ma’bad; ”Mintalah nasihat kepada hatimu, kebaikan itu adalah sesuatu yang menenteramkam hatimu. Sedangkan dosa adalah sesuatu yang meragukan jiwa dan berkecamuk dalam hati, meskipun orang-orang telah memberikan fatwa dan nasihat kepadamu,” (Muslim)
Abu Dzar; ”Takutlah kamu terhadap Allah di manapun kamu berada dan lakukanlah sesudah melakukan kejahatan dengan kebaikan. Maka kejahatan itu akan terhapus oleh kebaikan. Bergaullah kamu dengan budi pekerti yang baik.” (H.R Muslim)
Jika suara hati anda tidak sama dengan jawaban-jawaban di atas, berarti benar-benar gelap. Membatu, kotor.
Al Hajj: 46
”Tiadakah mereka melakukan perjalanan di muka bumi, sehingga mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka mengerti dan mempunyai telinga yang dengan itu mereka mendengar. Sungguh, bukanlah matanya yang buta, tetapi yang buta adalah hatinya yang ada dalam ronga dadaya”
Tidak tergalinya suara hati karena ada belenggu di sana. Mari singkirkan belenggu itu.
Jangan berpikir apa yang dilakukan orang lain, pikirkan diri-sendiri, dan lakukan sesuatu yang jelas-jelas benar. Meskipun orang lain / teman dekat tidak melakukannya.
Yang benar itu pasti menghasilkan kebaikan. Tetapi yang baik, belum tentu benar.
Q.S. Al An Aam: 116;
”Jika kamu ikuti kebanyakan orang di bumi, mereka akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Mereka hanya mengikuti persangkaannya saja, mereka hanya berdusta belaka”
Marilah mulai yang terkecil, dan sekarang, jangan ditunda. Waktu kita sempit . bukan waktunya untuk berleha-leha.
1. jika anda biasa meletakkan anduk selepas mandi sembarangan, katakan: :ini salah” sampirkan pada tempatnya
2. jika selama ini anda meletakkan sepatu, kaos kaki sembarangan, mulai sekarang taruh pada tempatnya
3. jika anda selama ini tidak pernah berfikir tentang sampah, mulai sekarang buanglah sampah pada tempatnya. Dan jika melihat sampah berserakan, pungutlah, jangan malu, jangan ragu
4. jika anda tahu teman anda berbuat salah, peringatkan, jika dia marah tinggalkan. Sebab dia tahu anda benar, karena dia punya hati.
5. jika anda mendengar azan subuh, bangunlah, jika masih malas katakan, ”aku bukan hamba setan, aku hamba Allah, aku makhluk Allah yang paling mulia” lalu solatlah
6. setelah solat subuh, hampirilah modal utama hidup anda, yaitu meja belajar. Jika masih enggan katakan dalam hati anda. ”aku tidak mau gagal” ini masa depanku
7. jika anda mengaku sebagai manusia makhluk Allah, jaga suara hati anda tetap pada kebenaran. Untuk itu jagalah dengan solat 5 waktu. Agar hati anda sehat
8. jika selama ini berbohong anda anggap biasa, katakan dalam hati. Ini dosa besar. ”aku harus jujur pada diri sendiri”
9. jika kemalasan sering mengganggu anda, di dalam hati anda akan berkata. ”disiplinlah!” dengarkan suara hati itu akan bergema memenuhi sekeliling anda.
10. jika hingga hari ini anda belum jelas anda mau jadi apa, dengarkan suara hati anda, di sana ada suara yang jelas ’aku ingin menjadi orang yang berhasil, aku ingin menjadi orang yang berguna” aku harus Berpikir besar dan bercita-cita tinggi.
Pesan terakhir,
1. banyak-banyaklah bersyukur pada apa yang telah diberikan oleh Allah pada kita dengan beribadah pada-Nya
2. kia harus merasa banyak dosa. Maka, perbanyaklah istighfar
3. berdoalah dengan sungguh-sungguh
4. jika menghadapi masalah, carilah orang yang berilmu, yang layak dimintai nasehat untuk memecahkan masalah. Jangan melalui jalan setan
5. berbaktilah kepada kedua orang tua, apapun keadaannya, karena merekalah kita ada di sini. Atas izin Allah.
Sabtu, 25 September 2010
Langganan:
Komentar (Atom)